Persiapan HIV DI SINGAPURA: TETAP TERDEPAN DALAM RISIKO HIV

Di Singapura, PrEP HIV (profilaksis pra pajanan) mencakup penggunaan obat yang diresepkan untuk mengurangi risiko tertular infeksi HIV. Dua obat yang disetujui FDA menunjukkan kemanjuran tinggi dalam mencegah penularan HIV. Jika terdapat potensi paparan HIV melalui aktivitas seksual atau penggunaan narkoba suntikan, PrPP berfungsi sebagai tindakan proaktif untuk mencegah timbulnya infeksi permanen di dalam tubuh.

Persiapan HIV

Tersedia dua regimen dosis PrEP: PrEP harian dan PrEP sesuai permintaan. PrEP harian melibatkan minum obat kapan saja sepanjang hari, dengan atau tanpa makanan. Diperlukan tujuh hari penggunaan yang konsisten untuk mencapai perlindungan yang memadai. Potensi efek samping mungkin termasuk diare, mual, dan kelelahan.

Selain itu, PrEP berdasarkan permintaan memungkinkan asupan obat hanya ketika mengantisipasi paparan HIV, sehingga menghilangkan kebutuhan akan dosis harian. Misalnya, jadwal “2-1-1” mengharuskan minum dua pil dalam waktu 24 jam sebelum hubungan seksual tanpa pelindung, diikuti dengan satu pil setiap hari selama dua hari berikutnya. Meskipun PrEP on-demand menunjukkan kemanjuran dalam hubungan seks anal, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitasnya dalam hubungan vagina. Penelitian menunjukkan bahwa PrEP sesuai permintaan mungkin menawarkan perlindungan yang lebih rendah terhadap HIV dibandingkan dengan PrEP harian.

Meskipun PrEP sesuai permintaan mungkin cukup pada kasus tertentu, penggunaan tablet setiap hari direkomendasikan untuk individu yang berisiko tinggi menularkan HIV. Tablet ini umumnya aman dan efektif, memberikan pertahanan yang andal terhadap infeksi HIV.

Meskipun orang yang mengidap HIV dapat menjalani hidup normal dengan pengobatan yang tepat, saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi tersebut. Setelah terinfeksi, pengobatan HIV seumur hidup diperlukan, disertai dengan potensi komplikasi kesehatan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya tindakan pencegahan HIV yang proaktif.

Walaupun PrEP menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap HIV, namun tidak menjamin kekebalan penuh. Oleh karena itu, hal ini harus dilengkapi dengan tindakan pencegahan lainnya, seperti penggunaan kondom yang konsisten dan benar, pemeriksaan HIV secara teratur, penerapan praktik seksual yang lebih aman, dan menghindari berbagi jarum suntik. Selain itu, penting untuk menyadari bahwa meskipun PrPP melindungi terhadap infeksi HIV, PrEP tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti HPV, hepatitis B dan C, serta gonore.

Persiapan HIV

PrEP HIV direkomendasikan untuk orang HIV-negatif yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi penularan HIV, termasuk mereka yang memiliki pasangan HIV-positif, orang yang melakukan perilaku seksual berisiko, orang dengan riwayat IMS baru-baru ini, dan orang yang menggunakan narkoba suntik atau melakukan hubungan seksual. kontak dengan pengguna narkoba.

At Hisential Klinik STD, kami menawarkan layanan PrEP yang komprehensif, termasuk konsultasi jarak jauh bagi mereka yang lebih memilih pendekatan yang lebih bijaksana. Selain itu, klinik kami menyediakan PEP HIV (profilaksis pasca pajanan) untuk individu yang terpapar virus secara tidak sengaja.

Hubungi dokter kami di Hisential Klinik STD untuk mengeksplorasi bagaimana PrEP dapat memberdayakan Anda agar tetap terlindungi dari penularan HIV.