Tanda dan Gejala BPH
Seiring bertambahnya usia pria, pembesaran prostat menjadi lebih umum terjadi, dengan sekitar 10% pria berusia di atas 40 tahun menunjukkan tanda-tanda BPH. Pada usia 80 atau lebih, lebih dari separuh pria mungkin mengalami kondisi ini.
Tanda-tanda umum meliputi:
- Sering ingin buang air kecil
- Nokturia (buang air kecil di malam hari)
- Kesulitan memulai buang air kecil
- Aliran urin lemah
- Menggiring di akhir buang air kecil
- Pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap
Dalam kasus yang parah, individu mungkin mengalami gejala tambahan seperti infeksi saluran kemih dan hematuria (darah dalam urin). Khususnya, ukuran kelenjar prostat tidak selalu berkorelasi dengan tingkat keparahan gejala.
Diagnosa BPH
Dokter mendiagnosis BPH berdasarkan tanda klinis, gejala, dan berbagai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan prostat, pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, dan pemeriksaan darah antigen spesifik prostat (PSA). Tes-tes ini membantu menyingkirkan kondisi lain seperti kanker prostat dan penyakit ginjal.
Pilihan pengobatan
Tidak perlu khawatir, karena penanganan BPH dapat dilakukan dengan perawatan medis yang efektif. Itu adalah kondisi yang umum terjadi, jadi yakinlah, dokter punya banyak pengalaman dalam menanganinya. Awalnya, mereka mungkin akan merekomendasikan penyesuaian gaya hidup, seperti mengurangi asupan air sebelum tidur dan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol. Mereka juga akan meninjau obat apa pun yang Anda minum saat ini, karena beberapa obat dapat memperburuk gejala saluran kemih.
Selanjutnya, dokter mungkin menjajaki terapi obat seperti alpha-blocker, yang membantu mengendurkan leher kandung kemih atau sfingter, sehingga meringankan gejala saluran kemih. Pilihan lainnya adalah 5-alpha reduktase inhibitor (5-ARIs), yang dapat mengurangi pembesaran prostat lebih lanjut, meskipun dapat berdampak pada fungsi seksual.

